Wamena, 17 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan mitigasi bencana selama dua hari di tiga distrik rawan banjir: Kurulu, Witawaya, dan Pisugi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir dan longsor yang kerap terjadi di penghujung tahun.
Asisten II Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting mengingat wilayah Jayawijaya dan Papua Pegunungan secara umum rawan hujan deras dan banjir pada bulan Desember.
“Bencana datang tiba-tiba, dan kita harus siap. Kami harap peserta mengikuti materi dengan baik dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Lekius.
Pelatihan ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik langsung di bantaran Sungai Baliem dan lokasi-lokasi rawan longsor. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah peralatan seperti perahu dan mesin jonson untuk mendukung evakuasi warga jika terjadi bencana.
“Alat-alat sudah tersedia. Dengan pelatihan ini, peserta bisa langsung praktik di lapangan, sehingga tahu cara menyelamatkan diri dan membantu warga lainnya,” tambah Lekius.
Kepala BPBD Jayawijaya, Edison Wetipo, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan lebih dari 300 peserta dari tiga distrik yang selama ini tercatat sebagai wilayah paling rawan banjir saat musim hujan.
“Jika tidak ada halangan, kami akan antar peserta ke Pisugi dan bantaran Kali Baliem untuk simulasi penanggulangan bencana bersama BPBD Provinsi Papua Pegunungan,” kata Edison.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan bencana secara terpadu. Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat dengan cepat dan tepat.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi






















