WAMENA, 21 Maret 2025 – Bonny Lany, salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, secara terbuka meminta Panitia Seleksi (Pansel) Kabupaten Jayawijaya untuk menunjukkan hasil tes tertulis, wawancara, dan makalah yang telah dilakukan. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi, seperti yang telah diterapkan di Kabupaten Tolikara.
“Jangan main kepentingan tim sukses dan mengorbankan kami yang memiliki kemampuan intelektualitas serta rekam jejak yang baik untuk memperjuangkan hak masyarakat adat,” tegas Bonny.
Ia menekankan bahwa kursi DPRK bukanlah tempat untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan posisi strategis bagi individu yang tegas dan mampu mengawasi penggunaan dana Otonomi Khusus (OTSUS) yang ditujukan untuk masyarakat.
Bonny juga meminta agar nilai dari masing-masing peserta dipublikasikan secara terbuka. “Transparansi adalah kunci keadilan. Saya meminta agar nilai dari setiap peserta diumumkan secara terbuka sehingga masyarakat dapat melihat hasil yang sebenarnya,” tambahnya.
Ia mendesak agar Pansel Kabupaten Jayawijaya segera mengambil langkah transparan seperti yang dilakukan di Kabupaten Tolikara.
“Jika tidak, saya meminta agar proses seleksi ini dihentikan,” tambahnya. Bonny juga meminta Penjabat Gubernur Papua Pegunungan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memeriksa hasil seleksi sesuai dengan tes yang telah dilakukan, serta mengumumkan ulang hasil berdasarkan prestasi para peserta.
Dengan pernyataan ini, Bonny berharap proses seleksi DPRK Kabupaten Jayawijaya dapat berjalan dengan adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi integritas.
Penulis : Kaleb
Editor : Buendi