Wamena, 25 November 2025 — Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murib, secara resmi meluncurkan Honai Kreatif, Open Studio Lukis, dan Noken Pelangi di Wamena, Selasa (25/11/2025). Inisiatif ini menjadi simbol semangat kemandirian dan kreativitas masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi seni, budaya, dan ekonomi kerakyatan tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
Dalam sambutannya, Bupati Athenius menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang telah membangun ruang kreatif secara swadaya. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak harus menunggu fasilitas mewah atau dukungan penuh dari pemerintah.
“Mimpi-mimpi itu harus dilakukan dulu, baru orang lain melihat. Tuhan pun melihat. Kalau hanya menunggu dan bicara terus, tidak akan jalan,” ujar Bupati Murip.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Honai Kreatif dan studio seni ini menjadi bukti bahwa masih ada warga Wamena yang berpikir dan bertindak untuk kemajuan bersama, tanpa banyak menuntut, tetapi langsung bergerak.
Bupati Athenius juga menyoroti potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut. Di sekitar lokasi studio, terdapat lahan seluas 500 hektare yang ditanami berbagai jenis buah-buahan. Ia menyebut kawasan ini sebagai “mini kampung” yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata dalam kota.
“Kalau sudah dikemas dengan baik, wisatawan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Mereka bisa langsung datang ke sini, melihat galeri, menikmati hasil karya, dan merasakan suasana kampung di tengah kota,” jelasnya.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya mama-mama pengrajin noken dan pelaku seni lokal.
Bupati menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dari pengelola galeri, khususnya kepada seniman Yanto Gombo dan tim yang telah mendedikasikan diri dalam membangun ruang seni ini.
“Kami berharap mama-mama tetap semangat. Walaupun belum maksimal, teruslah berkarya tanpa mengharapkan bantuan. Tuhan pasti akan menggerakkan hati kami untuk datang dan membantu,” ucapnya.
Dengan peluncuran Honai Kreatif dan studio seni ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menunjukkan dukungan terhadap pengembangan potensi lokal berbasis budaya dan kearifan masyarakat. Bupati menegaskan bahwa lokasi yang ada saat ini sudah sangat tepat, dan tidak perlu dipindahkan ke gedung megah.
“Di sinilah tempat yang baik. Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar lebih menarik dan berkelanjutan,” tutupnya.
Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat melahirkan ruang-ruang kreatif yang berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan pengembangan pariwisata lokal
Penulis : Gin
Editor : Buendi






















