Wamena, 18 November 2025 — Duka mendalam masih menyelimuti Distrik Dal dan Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, pasca bencana alam yang merenggut 23 jiwa sejak awal November. Di tengah upaya pencarian dan pemulihan, secercah harapan datang dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang menunjukkan kepedulian nyata kepada para keluarga korban.
Melalui perwakilan senator daerah pemilihan Papua Pegunungan, DPD RI menyerahkan bantuan sembako berupa 1,5 ton beras, 20 dus mi instan, 4 dus minyak goreng, serta gula, kopi, dan daun teh. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Nelson Wenda, mewakili empat senator Papua Pegunungan, di Posko Iilekma, Wamena.
“Ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab moral kami sebagai wakil daerah. Kami datang membawa sedikit penghiburan bagi keluarga yang sedang berduka,” ujar Nelson Wenda, mantan Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih.
Nelson menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban dan memperkuat semangat kebersamaan di masa sulit.
Suara dari Keluarga Duka
Mewakili keluarga korban, Yefri Lokbere menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas perhatian yang diberikan langsung oleh para senator.
“Terima kasih atas bantuan bagi keluarga duka yang diberikan secara langsung dari DPD RI. Tuhan Yesus memberkati,” ucapnya dengan haru.
Bagi keluarga yang kehilangan, kehadiran wakil rakyat bukan hanya soal logistik, tetapi juga pengakuan atas penderitaan mereka dan penguatan moral untuk terus bertahan.
Bencana yang Menggugah Kepedulian
Bencana banjir dan longsor yang melanda dua distrik tersebut telah menyebabkan kerusakan parah pada pemukiman warga, memutus akses jalan, dan memaksa banyak keluarga mengungsi. Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Dalam situasi seperti ini, solidaritas menjadi kekuatan utama. Bantuan dari DPD RI menjadi salah satu bentuk nyata bahwa masyarakat Papua tidak sendiri dalam menghadapi bencana.
“Kami berharap ini menjadi awal dari perhatian yang lebih luas, baik dari pemerintah pusat maupun lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya,” tambah Nelson.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian lintas wilayah, diharapkan proses pemulihan di Nduga dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Karena di balik setiap bantuan, ada harapan yang tumbuh — bahwa dari luka, akan lahir kekuatan baru untuk bangkit bersama.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi






















