Wamena, 17 November 2025 – Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 500 juta kepada Gereja Baptis Agamua di Kabupaten Jayawijaya. Bantuan tersebut dialokasikan untuk mendukung percepatan penyelesaian pembangunan gedung gereja yang menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat setempat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Gubernur Tabo dalam kunjungan kerjanya ke Jayawijaya. Dalam keterangannya, Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program besar Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang menyasar seluruh umat beragama secara merata.
“Bantuan ini kami berikan baik kepada saudara-saudara umat Muslim maupun seluruh gereja Kristen. Semua mendapatkan perhatian dan dukungan yang sama, meskipun realisasinya dilakukan secara bertahap,” ujar Gubernur Tabo.
Gubernur menyebutkan bahwa sejumlah denominasi telah menerima bantuan serupa, termasuk Gereja Katolik, GKI, GKII, Baptis, Kingmi, GIDI, serta beberapa masjid. Program ini merupakan bagian dari perencanaan pembangunan keagamaan yang telah disusun untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.
Ia menegaskan bahwa penyaluran dana dilakukan secara adil kepada seluruh tempat ibadah di wilayah Jayawijaya, tanpa membeda-bedakan latar belakang keagamaan.
“Lembaga keagamaan adalah mitra utama dalam pembangunan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” tambahnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada DPR Papua Pegunungan atas pengesahan APBD 2025 yang memungkinkan realisasi program ini. Ia menyebutkan bahwa APBD tahun ini mencapai Rp 1,8 triliun, dan sisa anggaran setelah pemenuhan program prioritas akan dialokasikan sebagai bantuan langsung kepada masyarakat.
Namun, Ia mengingatkan bahwa kelanjutan program bantuan infrastruktur keagamaan sangat bergantung pada kondisi fiskal daerah. Jika terjadi penurunan signifikan, maka program serupa akan ditinjau kembali.
Selain pembangunan tempat ibadah, Pemerintah Provinsi juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya Mama Papua. Program ini bertujuan memberikan modal awal bagi ibu-ibu yang telah memiliki keterampilan berdagang namun terkendala permodalan.
“Mereka sudah punya keahlian menjual sayur, umbi-umbian, dan pinang di pasar. Tugas kami adalah mendukung inisiatif yang sudah mereka miliki,” jelas Gubernur Tabo.
Dana untuk program UMKM ini berasal dari alokasi dana ekonomi khusus yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat asli Papua. Gubernur berharap penyaluran bantuan modal dapat terealisasi secara menyeluruh dalam beberapa minggu ke depan.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan






















