Inflasi di Papua Pegunungan Tertinggi di Indonesia, Mampukah Pihak Terkait Menurunkannya?

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan Trans Papua yang kondisinya sangat memperiihatinkan. Jika akses jalan ini baik maka biaya transportasi bahan pokok dapat ditekan dan angka inflasi dapat turun. Dimana diketahui bahwa salah satu penyebab inflasi tinggi di Papua Pegunungan adalah sulitnya transportasi menuju daerah tersebut, 8 Oktober 2025

Kondisi Jalan Trans Papua yang kondisinya sangat memperiihatinkan. Jika akses jalan ini baik maka biaya transportasi bahan pokok dapat ditekan dan angka inflasi dapat turun. Dimana diketahui bahwa salah satu penyebab inflasi tinggi di Papua Pegunungan adalah sulitnya transportasi menuju daerah tersebut, 8 Oktober 2025

WAMENA-Tidak menentunya harga barang-barang terutama kebutuhan pokok di Provinsi Papua Pegunungan sering kali berdampak merugikan Masyarakat Provinsi Papua Pegunungan. Saat ini Provinsi Papua Pegunungan memiliki tingkat inflasi sebesar 5,09% secara nasional dengan andil pengendali inflasi terbesar adalah kelompok makanan seperti beras dan cabai dan ini inflasi tertinggi secara nasional.

Masyarakat di Papua Pegunungan mengalami kerugian yang serius akibat tingginya harga kebutuhan pokok. Kondisi ini diperburuk oleh tantangan geografis dan infrastruktur yang membuat biaya logistik sangat mahal.

Kerugian yang dialami Masyarakat seperti Penurunan daya beli dan kerawanan pangan, Akses pangan terbatas, Ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah membuat masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Gagal panen Bencana alam seperti embun beku seringkali merusak tanaman pangan dan menyebabkan krisis pangan, seperti yang terjadi di Lanny Jaya dan daerah kabupaten lainya yang pernah mengalami krisis pangan.

Bencana alam embun beku yang mengakibatkan masyarakat gagal panen di Kabupaten Lanny Jaya beberapa waktu lalu. Ini menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi di Papua Pegunungan
Bencana alam embun beku yang mengakibatkan masyarakat gagal panen di Kabupaten Lanny Jaya beberapa waktu lalu. Ini menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi di Papua Pegunungan

“Akibat dari banjir bandang maka sayur-mayur, cabai, tomat itu rusak, akar busuk sehingga masyarakat tidak bisa panen. Akhirnya, harga sayur-mayur dipasaran tinggi,” Ungkap Gubernur Papua Pegunungan John Tabo pada 6 Agustus 2025 lalu.

Selain itu inflasi juga berdampak lain kepada Masyarakat seperti Beban ekonomi dan kemiskinan seperti Biaya hidup melonjak, Harga bahan makanan bisa berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain, misalnya harga beras mencapai ratusan ribu rupiah.

Inflasi juga membuta angka kemiskinan tinggi, BPS Papua menyatakan bahwa Papua memiliki angka kemiskinan penduduk tertinggi di Indonesia karena minimnya infrastruktur dan kesejahteraan.

Garis kemiskinan tertinggi Papua Pegunungan mencatat garis kemiskinan tertinggi di Indonesia, mencapai lebih dari 1 juta pada Juli 2025.
Sedangkan inflasi juga berdampak kesehatan dan social seperti gizi buruk yakni tingginya harga pangan menyebabkan masyarakat tidak mampu membeli makanan bergizi, yang dapat berdampak pada kesehatan dan nutrisi.

Ketidakmampuan membeli kebutuhan dasar menciptakan kesenjangan antara penduduk dengan tingkat ekonomi berbeda membuat adanya kesenjangan sosial. Bencana kelaparan berulang di beberapa distrik menyebabkan korban meninggal, seperti yang pernah terjadi di Yahukimo dan ini tentu terkait dengan juga tingginya inflasi dadaerah Papua Pegunungan.

Faktor penyebab harga tinggi yakni biaya logistik mahal dimana sulitnya medan dan akses terbatas memaksa penggunaan transportasi udara, yang sangat mahal. Kurangnya jalan yang memadai untuk transportasi darat, meskipun ada pembangunan Jalan Trans Papua, masih menjadi kendala.

Bahan pokok yang dikirim melalui bancara dengan penbgunakan pesawat kargo. Ini salah satu penyebab mahalnya harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan.
Bahan pokok yang dikirim melalui bancara dengan penbgunakan pesawat kargo. Ini salah satu penyebab mahalnya harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan.

Solusi yang dilakukan Pemerintah daerah Papua Pegunungan dan pusat telah berupaya mengatasi masalah Inflasi ini dengan beberapa cara seperti Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memberikan subsidi kepada perusahaan penerbangan logistik untuk menekan biaya angkut.

Upaya perbaikan sistem logistik dan ekonomi lokal terus dilakukan untuk menstabilkan harga. Selain itu Bank Indonesia dan pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan komoditas lokal agar tidak terlalu bergantung pada pasokan luar.

Pembangunan infrastruktur seperti Jalan Trans Papua terus diupayakan untuk meningkatkan aksesibilitas.

Stabilisasi dan pengendalian harga di Papua Pegunungan dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait melalui koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan sinergi dengan Bank Indonesia. Strategi utamanya meliputi menjaga ketersediaan komoditas pangan, seperti melalui operasi pasar murah, serta pengendalian produksi melalui prediksi dan pengaturan waktu tanam. Selain itu, ditetapkan batasan harga jual dan dikembangkan program kampung peduli inflasi untuk menstabilkan harga barang, terutama menjelang hari raya keagamaan.

Strategi stabilisasi dan pengendalian harga dengan Operasi pasar dan gerakan pangan murah. Menggelar operasi pasar murah secara rutin dan terjadwal untuk menekan kenaikan harga pangan yang melonjak, terutama saat mendekati hari-hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.

Selain itu tentu Pengendalian pasokan dan distribusi juga tidak kalah penting yakni menjaga ketersediaan komoditas pangan dengan memperhatikan rantai pasok dan melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk distributor dan pedagang pengecer.

Pengendalian produksi juga harus dilakukan dan ini tentu harus melibatkan Masyarakat secara langsung dan juga dinas terkait bagamana memaksimalkan pertanian yang dimiliki Masyarakat dapat diproduksi dengan rutin dan tepat waktu.

Menentukan batasan harga jual komoditas tertentu agar tidak ada pedagang yang seenaknya menaikkan harga juga sangat penting agar bagaimana pengusaha tidak seenaknya menaikkan harga dan mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi.

Kerja sama dengan semua pihak harus terus dilakukan karena mengendalian inflasi tidak hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia saja namun bila dilakukan dengan komitmen dan disiplin serta kerja keras bukan tidak mungkin Papua Pegunungan akan keluar dari angka Inflasi tertinggi di Indonesia.

Jika terjadi kelangkaan komoditas, TPID melalui Bulog akan berupaya mencari pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat
Kedepan pemerintah dan semua pihak juga dapat membentuk program-program inovatif seperti “kampung peduli inflasi” untuk menjaga stabilitas harga di tingkat desa.

“Ini menjadi perhatian khusus. Saya minta untuk pemerintah daerah setempat dapat mencari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan angka inflasi di sana bisa tinggi,” Ungkap Wamendagri Ribka Halak beberapa waktu lalu

Sebagai langkah konkret, Ribka akan memanggil Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

“Akan kita panggil untuk melaporkan apa yang terjadi dan kemudian bersama-sama kita mencari solusi dalam menekan angka inflasi agar dapat turun,” tandasnya

Mengatasi atau menurunkan angka inflasi tentu harus menyelasaikan terdahulu apa penyebab inflasi tersebut, Penyebab utama tingginya inflasi di Papua Pegunungan adalah:
• Ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, terutama kebutuhan pokok.
Peemerintah daerah dan tim TPID harus membuat Solusi bagaimana kebutuhan pokok seperti pertanian telah mampu di produksi sendiri seperti pertanian padi, ubi-ubian dan sayuran dapat diproduksi secara berkala.
• Infrastruktur distribusi yang belum memadai, yang mengakibatkan mahalnya biaya logistik, terutama transportasi udara.
Pembukaan jalan trans Papua yang menhubungkan dari Jayapura menuju Kabupaten Jayawijaya dan daerah lainnya di Papua Pegunungan harus di percepat sehingga harga barang pokok dapat ditekan. Jangka pendeknya dapat memberikan potongan harga atau subsidi harga tranportasi barang melalui pesawat.
• Pergerakan harga komoditas pangan seperti beras, tomat, dan komoditas lainnya.

Memastikan ketersediaan beras, tomat dan cabai serta komuditas lainnya yang menyebabkan inflasi hargas dipastikan ketersediaannya dan pemerintah setempat harus rutin melihat ketersediaan dipasar sehingga begitu ketersediaan minim maka dapat diambil langkah-langkah untuk memenuhinya dari daerah lainnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Ahmad Buendi Ginting

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Artikel

Berita Terkait

KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi
Gereja GKI Solafide Bokondini Diresmikan, Bupati Tolikara Bantu Dana 200 Juta
Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Tangkap Dua Pelaku Narkotika Jenis Ganja di Depan Kantor Gubernur
DPRK Puncak Jaya Harap Natal 2025 Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Meredam Konflik Sosial
Komite Percepatan Papua Berperan sebagai Jembatan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Yapen Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Outbound, 40 Peserta Ikuti Program Peningkatan SDM Pariwisata
KKP dan IPB Lakukan Verifikasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Yapen
Waiwise Christmas Futsal Cup I 2025 Berlangsung Sengit, Atlet Muda Yapen Unjuk Prestasi
Kondisi Jalan Trans Papua yang kondisinya sangat memperiihatinkan. Jika akses jalan ini baik maka biaya transportasi bahan pokok dapat ditekan dan angka inflasi dapat turun. Dimana diketahui bahwa salah satu penyebab inflasi tinggi di Papua Pegunungan adalah sulitnya transportasi menuju daerah tersebut, 8 Oktober 2025

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:54 WIT

KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:46 WIT

Gereja GKI Solafide Bokondini Diresmikan, Bupati Tolikara Bantu Dana 200 Juta

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:12 WIT

Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Tangkap Dua Pelaku Narkotika Jenis Ganja di Depan Kantor Gubernur

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:32 WIT

DPRK Puncak Jaya Harap Natal 2025 Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Meredam Konflik Sosial

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:31 WIT

Komite Percepatan Papua Berperan sebagai Jembatan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Berita Terbaru

Berita Terkini

KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi

Rabu, 17 Des 2025 - 08:54 WIT