Tiom, 26 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya resmi menutup rangkaian Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025 yang digelar di Aula Kantor Bupati Lanny Jaya. Mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2025”, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa di Papua Pegunungan.
Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi Lanny Jaya, Yulian Steven Yanengga, S.Pd., dan dihadiri oleh sekitar 40 peserta, termasuk pengurus koperasi dari 22 kampung percontohan, kepala kampung, serta perwakilan dari berbagai instansi provinsi dan TNI.
Dalam sambutannya, Yulian menekankan pentingnya tanggung jawab dan profesionalisme dalam mengelola koperasi. “Dana yang digelontorkan untuk program KDMP tidak sedikit. Maka, pengurus harus mampu menghidupkan koperasi secara berkelanjutan di kampung masing-masing,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Drs. Karel Tehupurung, M.M., dari DPMPTSP Kabupaten Jayawijaya, yang membawakan dua sesi materi seputar tata kelola koperasi yang efektif dan transparan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab turut memperkaya pemahaman peserta.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Alpius Yigibalom, S.H., M.Si., Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber, serta menegaskan harapan agar 22 koperasi percontohan dapat menjadi model sukses bagi wilayah lain di Papua Pegunungan.
“Koperasi bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang membangun kemandirian dan solidaritas masyarakat desa,” tegas Alpius.
Kegiatan ini berlangsung aman dan kondusif, ditutup dengan sesi foto bersama dan doa penutup. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antara dinas terkait, perangkat kampung, dan masyarakat dalam menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar pembangunan ekonomi berbasis lokal.






















