Memberdayakan Masyarakat Lokal, Solusi Keberlanjutan Pemberdayaan Teknologi Pirolisis dalam ‘Menyulap’ Sampah Plastik Menjadi Energi Alternatif

- Penulis

Kamis, 24 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh:

Kurniawan Patma, Tri Hardjanti Nugrahaningsih, Meniek Srining Prapti dan B.Y. Arya Wastunimpuna

‘Leave noone behind’ adalah spirit yang terus dikampanyekan dalam agenda Sustainable Development Goal’s. Sebuah spirit yang tentu hendak mempertegas bahwa salah satu solusi keberlanjutan adalah mengedepankan pentingnya ‘tidak meninggalkan siapa pun’ dan ‘menjangkau kelompok yang paling tertinggal terlebih dahulu’ dalam perkembangan dunia saat ini. Hal ini tidak terlepas dalam hal memberdayakan potensi masyarakat lokal pada penggunaan teknologi dalam menyelesaikan permasalahan sampah plastik.

 

Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di dunia. Setiap tahun, sekitar 400 juta ton sampah plastik diproduksi secara global, dengan sekitar 8 juta ton berakhir di lautan, mencemari ekosistem laut dan berdampak negatif pada keanekaragaman hayati (Geyer et al., 2017)  Di Indonesia, masalah ini semakin mengkhawatirkan, mengingat negara ini merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2024), Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah per tahun, di mana 15% di antaranya adalah sampah plastik. Jika tidak ditangani dengan baik, sampah plastik dapat mencemari lingkungan selama ratusan tahun karena sifatnya yang sulit terurai, serta mengancam kesehatan manusia melalui rantai makanan yang terkontaminasi mikroplastik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang tepat dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak buruk dari sampah plastik.

 

Keberadaan teknologi tentu telah memberi angin segar dalam penanganan sampah plastik. Teknologi dalam proses pengolahan sampah di Indonesia menggunakan beberapa cara: (1)Teknologi incenerator, teknologi pembakaran akan menghasilkan sumber daya yang dapat difungsikan kembali sebagai bahan bakar, (2)Teknologi recycling, teknologi ini pada prinsipnya mengubah sampah yang dapat didaur ulang menjadi barang baru yang bermanfaat dan (3)Teknologi composting, teknologi pengomposan mengubah sampah organik menjadi kompos.

 

Salah satu bagian dari teknologi incenerator adalah metode pirolisis. Pirolisis merupakan proses dekomposisi termal bahan organik melalui pemanasan tanpa atau dengan sedikit oksigen. Proses ini menghasilkan tiga produk utama: gas, cairan (bio-oil), dan padatan (char). Pirolisis telah lama dikenal sebagai teknologi yang efektif untuk mengolah limbah padat, seperti plastik dan biomassa, menjadi energi dan bahan kimia yang bernilai ekonomi. Menurut Dayana (2016), teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi volume limbah, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menghasilkan energi terbarukan. (Dayana et al., 2016).

 

Pemda Kabupaten Biak Numfor, Papua saat ini telah berhasil mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Metode inovasi ini hadir sebagai solusi untuk mengurangi kebiasaan masyarakat yang sering membakar sampah plastik khususnya di Papua, yang menghasilkan gas hidrogen sulfida (H2S) beracun bagi lingkungan, dari 50 kilogram bahan baku plastik, mesin pirolisis berkapasitas 50 kilogram dapat menghasilkan sekitar 46 liter solar yang kemudian diolah menjadi produk siap pakai yang disebut Petrasol.

Transfer Knowledge Masyarakat Lokal : Solusi Keberlanjutan & Kemandirian

Terlepas dari keberadaan dan capaian keberhasilan inovasi teknologi pirolisis dalam menangani sampah plastik ini dalam mengurangi sampah dan memberikan solusi alternatif bahan bakar, dimensi keberlanjutan pengoperasian teknologi pirolisis tersebut perlu menjadi salah satu prioritas.

 

Transfer knowledge bagi masyarakat lokal menjadi salah satu skenario prioritas dalam merawat keberlanjutan dan keberhasilan teknologi pirolisis dalam menangani sampah plastik tersebut. Konsultan atau mentor harus concern dalam memberikan literasi teknologi kepada masyarakat lokal sekitar sehingga kemandirian dalam pengoperasian dapat tercipta dengan baik. Ketergantungan akan pihak luar menjadi salah satu tantangan dan ancaman dalam implementasi teknologi yang berkelanjutan.

 

Melalui analisis SWOT dari studi kasus percontohan pada Kabuaten Biak, Numfor Papua dapat dipetakan bahwa salah satu strategi yang ditawarkan dari kuadran SW adalah melalui transfer knowldge seperti pelatihan, konsultansi dan pendampingan yang intens.

 

 

Strength

– Ketersediaan Aset Tetap : Mesin Pirolisis yang baru

 

 

Weakness

– Keterbatasan Tenaga Lokal dalam Pengoperasian Mesin

 

 

 

Opportunity

– Dukungan Mitra (NGO)

 

 

 

 

SO :

– Memperkuat Jejaring untuk Kolaborasi Aksi dan Program

 

SW :

– Pelatihan

– Konsultasi

– Pendampingan

 

Threats

– Kondisi Politis (Beda Pimpinan Daerah Beda Kebijakan)

 

 

 

ST :

– Program yang berkelanjutan dalam RPJMD

 

WT :

– Strategi Reward/Insentif

 

Gambar: Matriks SWOT untuk identifikasi strategi yang efektif

 

Kolaborasi & Sinergitas: Perguruan Tinggi Sebagai Mitra Strategis &  Penggerak

Pendidikan dan pelatihan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi mencakup pelatihan kepada masyarakat tentang pemilahan sampah, terutama plastik, untuk meningkatkan kualitas bahan baku pirolisis dapat dimaksimalkan melalui program kemitraaan dengan perguruan tinggi salah satunya adalah program pengabdian kepada masyarakat. Transfer knowledge yang berkelanjutan bisa dilakukan oleh mahasiswa saat program KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan memfokuskan pada literasi teknologi atau manajemen sumber daya (sumber daya aset tetap, sumber daya manusia dan sumber daya keuangan).

Melalui program merdeka belajar, proses transfer knowledge bisa secara intens dilakukan melalui program kemitraaan dengan perguruan tinggi. Civitas akademika pada perguruan tinggi harus tampil sebagai salah satu penggerak. Inisiasi perguruan tinggi sebagai penggerak dalam memfasilitasi literasi ini bisa diwujudkan melalui program riset dan pengabdian kepada masyarakat dimana perguruan tinggi juga bisa mendirikan laboratorium atau pusat riset yang fokus pada penelitian pirolisis dan teknologi pengolahan limbah plastik. Selain itu keterlibatan mahasiswa dalam kebijakan dan advokasi juga menjadi penting. Pendidikan tinggi dapat memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan advokasi dan kebijakan untuk mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan, termasuk pirolisis. Mahasiswa bisa terlibat dalam forum-forum kebijakan dan penelitian yang berdampak pada regulasi lingkungan di tingkat nasional maupun lokal.

Spirit leave no one behind pada SDG’s tentu akan tercapai saat kemandirian tercipta dan tidak ada lagi ketergantungan akan aktifitas dalam merawat lingkungan menjadi lebih baik.

Facebook Comments Box

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Pj Gubernur Velix Wanggai: Idul Fitri adalah Momen Kebersamaan dan Saling Memaafkan
Kasus Pengeroyokan di Hotel Bunga Youtefa, 2 Pelaku Diamankan 1 Buron
Patroli Dialogis Damai Cartenz: Wujudkan Yalimo yang Aman dan Kondusif
Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada pada 5 dan 9 April Mendatang
Polres Puncak Jaya Tanggapi Aksi Saling Serang Antara Dua Massa Pendukung
Liga IV Papua Pegunungan 2025 Sukses Digelar, Momentum Sejarah Baru Sepak Bola di Pegunungan
Liga 4 Papua Pegunungan Resmi Ditutup, Persigubin Pegunungan Bintang Raih Juara dan Wakili Zona Papua Pegunungan di Liga 4 Nasional
Persigubin Menjadi Juara Liga 4 Papua Pegunungan Setelah Kemenangan Adu Penalti atas Persitoli
Memberdayakan Masyarakat Lokal, Solusi Keberlanjutan Pemberdayaan Teknologi Pirolisis dalam ‘Menyulap’ Sampah Plastik Menjadi Energi Alternatif

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 23:49 WIT

Pj Gubernur Velix Wanggai: Idul Fitri adalah Momen Kebersamaan dan Saling Memaafkan

Jumat, 4 April 2025 - 20:09 WIT

Kasus Pengeroyokan di Hotel Bunga Youtefa, 2 Pelaku Diamankan 1 Buron

Jumat, 4 April 2025 - 18:28 WIT

Patroli Dialogis Damai Cartenz: Wujudkan Yalimo yang Aman dan Kondusif

Jumat, 4 April 2025 - 18:01 WIT

Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada pada 5 dan 9 April Mendatang

Jumat, 4 April 2025 - 12:42 WIT

Polres Puncak Jaya Tanggapi Aksi Saling Serang Antara Dua Massa Pendukung

Berita Terbaru

Berita Terkini

Kasus Pengeroyokan di Hotel Bunga Youtefa, 2 Pelaku Diamankan 1 Buron

Jumat, 4 Apr 2025 - 20:09 WIT