Wamena, 2 Desember 2026 — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Pegunungan dalam rangka menyambut perayaan Gerbang Natal bersama masyarakat setempat. Kunjungan ini disambut hangat oleh warga melalui upacara adat bakar batu, sebuah tradisi khas Papua yang melambangkan kebersamaan dan persaudaraan.
Dalam sambutannya di Wamena, Menkopolhukam menyampaikan rasa bangga dan harunya karena telah diangkat sebagai warga kehormatan Papua Pegunungan. Ia menegaskan komitmennya untuk turut serta memajukan wilayah tersebut.
“Di tempat ini saya menyatakan siap menjadi warga Papua Pegunungan dan siap memikirkan bersama-sama masalah-masalah yang ada di sini untuk kita kobarkan dan majukan lebih baik dari pada sekarang,” ujar Djamari.
Ia juga menyampaikan salam rindu dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memiliki keinginan kuat untuk mengunjungi Papua Pegunungan. Namun, karena kesibukan kenegaraan, Presiden belum dapat hadir secara langsung. Djamari menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Presiden jika kunjungan tersebut terlaksana.
“Jujur saja ketika saya datang ke sini tidak pernah menduga ada acara seperti ini dan kami datang dengan hati dan niat baik serta dituntun dengan kasih Tuhan. Kami ingin bersama-sama membangun daerah ini,” tambahnya.
Menkopolhukam menekankan bahwa pembangunan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan harus menjadi kerja bersama seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan pentingnya menjaga kedamaian dan keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan.
“Saya ingin seluruh masyarakat menjaga kampung kita, daerah kita untuk tetap aman agar sama-sama kita bisa membangun masyarakat Papua Pegunungan,” tutup Djamari.
Sebagai bentuk kepedulian, Menkopolhukam turut menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 60 𝚙𝚊𝚔𝚎𝚝 alat olahraga dan 500 bola untuk KNPI Papua Pegunungan, 500 paket perlengkapan sekolah bagi siswa SD, serta 40 ton beras yang disalurkan ke 40 distrik.
Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut. Ia menyoroti tantangan geografis dan keterisolasian wilayahnya, serta menyebut kunjungan ini sebagai momen bersejarah.
“Sejak saya sekolah hingga menjadi Gubernur, belum pernah ada kunjungan dari Menkopolhukam ke Papua Pegunungan. Ini adalah perhatian luar biasa dari pemerintah pusat,” ujar Jhon Tabo.
Ia menjelaskan bahwa wilayah Papua Pegunungan merupakan daerah otonom baru yang telah menunjukkan banyak kemajuan dalam tujuh bulan terakhir berkat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adat.
“Kami bersyukur atas perhatian Presiden dan para menteri yang melihat langsung kondisi kami di ujung timur Indonesia. Ini menjadi kekuatan baru dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila,” tambahnya.
Gubernur juga menggambarkan kondisi geografis Papua Pegunungan yang unik dan menantang, di mana hampir seluruh aktivitas logistik, termasuk pengangkutan manusia dan hewan, harus dilakukan melalui jalur udara.
Sebagai penutup, Gubernur Jhon Tabo bersama lembaga adat secara resmi menobatkan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago sebagai warga kehormatan Papua Pegunungan. Penobatan ini menjadi simbol penerimaan dan persaudaraan yang erat antara pemerintah pusat dan masyarakat di wilayah ini.
“Kalau hari ini Bapak dinobatkan menjadi keluarga besar Provinsi Papua Pegunungan secara adat, maka kami akan tetap menjaga itu. Karena ini adalah bentuk penghormatan dan pengakuan bahwa Bapak adalah saudara kami,” pungkas Gubernur.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan






















