Biak Numfor-Menjelang mudik Idul Fitri, BPJS Kesehatan Cabang Biak bersama Dinas Kesehatan Biak Numfor menggelar konferensi pers pada Kamis (20/3) untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat yang akan bepergian. Dalam sesi tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak, Indra Bayu, menekankan komitmen lembaganya untuk memastikan agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap mendapat perlindungan kesehatan, meskipun berada di luar fasilitas kesehatan (faskes) yang terdaftar dalam program tersebut.
Indra Bayu mengingatkan pentingnya memastikan status aktif kepesertaan JKN dengan memeriksa melalui aplikasi Mobile JKN, layanan WA Pandawa, atau langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan. “Selama mudik, peserta JKN tetap bisa berobat di faskes terdekat meskipun tidak terdaftar di sana. Untuk pelayanan lebih lanjut, peserta bisa mendapatkan rujukan dari faskes terdekat,” ujar Indra.
Layanan JKN yang fleksibel ini memberikan kenyamanan, terutama dalam kondisi darurat. Indra menjelaskan bahwa dalam keadaan gawat darurat, peserta JKN bisa langsung mengunjungi IGD rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tanpa perlu rujukan terlebih dahulu. Hal ini memastikan bahwa setiap peserta JKN mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat saat dibutuhkan.
Selain itu, Indra juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah antrian online, pencarian faskes, serta perubahan data kepesertaan, menjadikan perjalanan mudik lebih praktis dan efisien. “Jangan lupa untuk menjaga kesehatan, membawa obat pribadi, menjaga kebersihan, dan mempersiapkan perjalanan dengan matang agar mudik tetap aman dan sehat,” tambahnya.
Terkait prediksi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri, Indra Bayu mengungkapkan bahwa meskipun wilayah Mepago diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan, wilayah Saireri, termasuk Biak dan sekitarnya, diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas hingga 10%. BPJS Kesehatan Cabang Biak memastikan bahwa layanan JKN tetap tersedia dengan maksimal, termasuk pemberlakuan sistem shift selama libur lebaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud Nataniel Duwiri, S.K.M.,M.Kes, menjelaskan kesiapan faskes dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan kesehatan selama mudik. “Kami memastikan kebutuhan obat-obatan di 21 faskes tingkat 1, termasuk Puskesmas dan RSUD Biak, akan tercukupi. Semua puskesmas akan menerapkan sistem jaga bergantian, sehingga pelayanan tetap optimal selama libur lebaran,” ungkap Daud.
Daud juga menekankan bahwa layanan kesehatan di Biak Numfor selama liburan bukan hanya seremonial, tetapi menjadi program rutin yang memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. “Kami tetap semangat dalam menjalankan tugas meskipun dalam suasana puasa. Layanan kesehatan harus tetap prima, agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Biak Numfor, masyarakat yang mudik dapat merasa tenang, karena layanan kesehatan tetap terjamin selama perjalanan. Program JKN yang fleksibel, pengawasan ketat di faskes, serta kesiapan petugas medis menjadikan mudik tahun ini lebih aman dan sehat.
Penulis : Kaleb
Editor : Buendi