KENYAM, 19 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Nduga menunjukkan komitmen dan kepedulian luar biasa terhadap warganya yang terdampak bencana banjir dan longsor di Distrik Dal dan Mebarok. Sejak bencana melanda pada 1 November hingga 18 November 2025, Pemda Nduga di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Yoas Beson, S.IP, telah menyalurkan bantuan senilai Rp 2.850.000.000, lengkap dengan bahan makanan, perlengkapan pencarian, dan perlengkapan tempat tinggal sementara bagi keluarga korban.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap sejak 3 November hingga 18 November 2025, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka dan berjuang memulihkan diri. Plt Bupati Nduga Yoas Beon S.IP melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya bersifat material, tetapi juga merupakan simbol solidaritas dan empati dari pemerintah daerah.
“Pemerintah Nduga hadir bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata. Bantuan ini adalah bukti bahwa kami tidak tinggal diam. Kami bersama masyarakat,” tegas Otomi di hadapan warga korban bencana.
Rincian Bantuan Dana
Bantuan yang diberikan Pemda Nduga terbagi dalam tiga tahap besar:
– Tahap Pertama:
– Distrik Dal: Rp 1 miliar + Rp 100 juta
– Distrik Mebarok: Rp 150 juta
– Tahap Kedua:
– Pos Bantuan Kenyam (untuk Dal): Rp 500 juta
– Pos Bantuan Mebarok: Rp 400 juta
– Tahap Ketiga (Penutupan Tim Evakuasi):
– Distrik Dal: Rp 700 juta
– Distrik Mebarok: Rp 200 juta
Selain dana, bantuan juga mencakup bahan makanan pokok (bama), perlengkapan pencarian korban, serta peralatan tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak.
Duka dan Penghormatan untuk Korban
Dalam kesempatan tersebut, Otomi menyampaikan pesan duka dari Bupati Nduga kepada seluruh keluarga korban. Hingga pencarian dihentikan, tercatat 15 jenazah berhasil ditemukan — 14 dari Distrik Dal dan 1 dari Distrik Mebarok. Sisanya dinyatakan hilang setelah masa pencarian diperpanjang dari 15 menjadi 18 hari.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Nduga, Bapak Bupati menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Ini adalah kejadian luar biasa yang menelan 23 korban jiwa,” ucap Otomi.
Minimnya Dukungan Eksternal
Otomi juga menyoroti bahwa selama 18 hari penanganan bencana, tidak ada bantuan dari pihak luar yang masuk ke wilayah Kenyam, Nduga. Semua kebutuhan logistik dan operasional ditanggung sepenuhnya oleh Pemda Nduga.
“Masyarakat bisa menyaksikan sendiri, tidak ada bantuan dari luar yang masuk. Hanya pemerintah daerah yang hadir dan bekerja keras,” katanya.
Harapan dan Ajakan Kolaborasi
Meski bekerja tanpa dukungan eksternal, Pemda Nduga tetap membuka pintu kerja sama dan berharap perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi. Upaya telah dilakukan agar bencana ini ditetapkan sebagai bencana nasional, sehingga penanganannya bisa lebih luas dan terkoordinasi.
Bupati bersama Forkopimda juga telah mengunjungi Distrik Dal, meskipun belum bisa mencapai Mebarok karena alasan keamanan dan lainnya. Namun, semangat untuk hadir dan membantu tetap menyala.
“Kami tidak akan berhenti. Pemerintah akan terus bekerja, sekuat tenaga, untuk masyarakat,” tutup Otomi.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemkab Nduga






















