Pemkab Jayawijaya Dorong Perluasan Program Makan Bergizi Gratis ke Distrik dan Kampung

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 9 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke seluruh distrik dan kampung di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak, khususnya di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses pangan sehat.

Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, menyampaikan bahwa saat ini kabupaten tersebut telah memperoleh kuota pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 84 titik. Ia menekankan bahwa seluruh sekolah, terutama yang berada di wilayah distrik dan kampung, harus terlayani oleh program ini.

“Hasil pertemuan antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Ketua SPPG, kita mendapat kuota 84 titik. Ini harus difokuskan ke sekolah-sekolah di distrik dan kampung,” ujar Wabup Elopere.

Namun, Wabup Elopere juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Beberapa sekolah dan siswa diketahui menolak paket makanan yang disediakan, lantaran kurang memahami tujuan program serta mempertanyakan kualitas pengelolaan makanan.

“Kami ingin yang mengelola ini adalah masyarakat lokal, agar anak-anak tidak salah paham. Selama ini ada penolakan karena pengelolaan makanan yang kurang layak,” jelasnya.

Ia menyoroti sejumlah keluhan terkait makanan yang diterima, termasuk laporan makanan basi yang sempat viral di media sosial. Menurutnya, hal tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh jarak distribusi yang terlalu jauh, sehingga makanan tidak sampai dalam kondisi baik.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendorong agar pengelolaan makanan dilakukan langsung di lokasi sekolah, khususnya di daerah pinggiran kota. Dengan melibatkan masyarakat setempat dan pengawasan dari perwakilan BGN, diharapkan kualitas makanan dapat terjaga dan program MBG berjalan lebih efektif.

Program MBG menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak melalui pemenuhan gizi yang layak dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi
Gereja GKI Solafide Bokondini Diresmikan, Bupati Tolikara Bantu Dana 200 Juta
Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Tangkap Dua Pelaku Narkotika Jenis Ganja di Depan Kantor Gubernur
DPRK Puncak Jaya Harap Natal 2025 Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Meredam Konflik Sosial
Komite Percepatan Papua Berperan sebagai Jembatan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Yapen Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Outbound, 40 Peserta Ikuti Program Peningkatan SDM Pariwisata
KKP dan IPB Lakukan Verifikasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Yapen
Waiwise Christmas Futsal Cup I 2025 Berlangsung Sengit, Atlet Muda Yapen Unjuk Prestasi
Namun, Wabup Elopere juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Beberapa sekolah dan siswa diketahui menolak paket makanan yang disediakan, lantaran kurang memahami tujuan program serta mempertanyakan kualitas pengelolaan makanan.

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:54 WIT

KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:46 WIT

Gereja GKI Solafide Bokondini Diresmikan, Bupati Tolikara Bantu Dana 200 Juta

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:12 WIT

Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Tangkap Dua Pelaku Narkotika Jenis Ganja di Depan Kantor Gubernur

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:32 WIT

DPRK Puncak Jaya Harap Natal 2025 Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Meredam Konflik Sosial

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:31 WIT

Komite Percepatan Papua Berperan sebagai Jembatan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Berita Terbaru

Berita Terkini

KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi

Rabu, 17 Des 2025 - 08:54 WIT