TIOM, 24 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar kegiatan “Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Perizinan Berusaha bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Lanny Jaya” untuk Tahun Anggaran 2025.
Acara yang berlangsung di Tiom ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (PLT Sekda) Lanny Jaya, Tendien Wenda, S.Th., S.IP., M.Si. dan dihadiri oleh Kepala DPMPTSP *Osman Yikwa, S.H., serta lebih dari 150 pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai distrik di Lanny Jaya.
Dalam sambutannya, Tendien Wenda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyederhanaan proses perizinan usaha. “Melalui sistem OSS-RBA, kami ingin memastikan bahwa proses perizinan di Lanny Jaya menjadi lebih cepat, sederhana, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi terbaru, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, yang menjadi dasar pelaksanaan perizinan berbasis risiko. “Kami ingin para pelaku usaha, khususnya OAP, memahami proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pemenuhan komitmen, standar kegiatan usaha, hingga mekanisme pengawasan,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lokal untuk berkembang secara legal dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Osman Yikwa menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha agar tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara mandiri. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha di Lanny Jaya memiliki akses yang adil terhadap informasi dan layanan perizinan,” katanya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta yang hadir dengan antusias. Dukungan penuh dari Bupati Lanny Jaya juga menjadi dorongan kuat bagi suksesnya program ini, yang menjadi bagian dari strategi besar pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua.
Penulis : Gin
Editor : Buendi






















