Pemprov Papua Panggil BPJS, Tegaskan Komitmen Perbaiki Layanan Kesehatan

- Penulis

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memanggil jajaran BPJS Kesehatan untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya antara Gubernur Papua dengan para kepala dinas kesehatan kabupaten/kota serta direktur rumah sakit se-Provinsi Papua.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, guna membahas sejumlah persoalan terkait pelayanan BPJS di fasilitas kesehatan, Jumat (28/11/2025).

Sohilait menjelaskan pertemuan dengan BPJS hanya fokus pada tiga isu utama, yakni mekanisme pelayanan BPJS di seluruh rumah sakit, kendala hubungan kerja antara BPJS dan fasilitas kesehatan, dan permasalahan klaim layanan kesehatan.

Menurutnya, BPJS Kesehatan telah memaparkan proses dan mekanisme pelayanan sesuai regulasi Kementerian Kesehatan dan aturan internal BPJS. Dari total 1,6 juta penduduk Papua, seluruhnya telah tercakup dalam sistem BPJS, meskipun sekitar 100 ribu di antaranya masih berada dalam proses penyempurnaan data.

Dalam pemaparannya, Sohilait menyebut BPJS juga melakukan penilaian terhadap kelayakan fasilitas kesehatan, mulai dari jumlah tempat tidur, tenaga dokter, hingga standar pelayanan.

Hasil evaluasi tersebut kemudian dilaporkan kepada direktur rumah sakit untuk ditindaklanjuti sebelum diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan.

Dari hasil verifikasi terbaru, tiga rumah sakit di Papua tercatat mengalami penurunan kelas, yakni Rumah Sakit Yohari, Rumah Sakit Dian Harapan, dan Rumah Sakit Abepura.

Penurunan kelas tersebut berdampak langsung pada jumlah dana yang diterima rumah sakit. Sohilait mencontohkan, RS Abe yang sebelumnya menerima sekitar Rp2,5 miliar kini hanya menerima Rp500 juta. Pemprov Papua berencana membahas langkah pemulihan kelas rumah sakit tersebut dalam waktu dekat.

Pemprov Papua juga meminta klarifikasi mengenai daerah yang belum menyetorkan kewajibannya kepada BPJS. BPJS telah menyerahkan daftar tertulis mengenai kabupaten/kota yang menunggak, sehingga pemerintah provinsi dapat mengambil langkah sesuai ketentuan, termasuk opsi pemotongan dana pusat bila diperlukan.

Sohilait menekankan pentingnya konsistensi pengelolaan BPJS di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, seringnya pergantian petugas BPJS di daerah menyebabkan pelayanan tidak efektif dan memperlambat proses klaim.

“Kita ingin satu orang yang mengelola BPJS di tiap daerah, jangan hari ini A yang dihubungi, besok B, karena ini membuat proses berubah-ubah dan menyita waktu,” terangnya.

Sohilait juga menyoroti pentingnya keaktifan rumah sakit dalam melakukan klaim. Jika klaim tidak diajukan, dana yang seharusnya untuk Papua akan kembali ke pemerintah pusat dan dapat dialokasikan ke provinsi lain.

“Dana ini kalau tidak diklaim, dia masuk ke negara. Kita tidak mau dana untuk Papua justru dipakai provinsi lain. Semua harus kita tarik kembali ke rumah sakit di Papua,” tegasnya.

Ditambahkan Sohilait, Pemprov Papua berharap peristiwa almarhum Irene Sokoi menjadi momentum perbaikan menyeluruh bagi rumah sakit di Papua serta peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Papua.

“Kita harap semua pembenahan ini membuat pelayanan kesehatan di Papua makin baik dan benar-benar melayani masyarakat, di Papua khususnya Orang Asli Papua,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Presiden Prabowo Beri Mandat ke Komite Eksekutif Papua untuk Sinkronisasi Pembangunan Papua Terpadu
Sambut Natal 2025, Ketua DPRK Mamberamo Tengah Ajak Warga Tebarkan Damai dan Kasih
DPRK Puncak Jaya Minta Pemda Perketat Pengawasan Harga Pangan Menjelang Nataru
Plt Bupati Nduga Yoas Beon Hadiri Arahan Presiden Prabowo di Istana Negara
Natal Gabungan Pemda Puncak Jaya, Wabup Mus Kogoya Tegaskan Makna Damai Natal
Patroli dan Respons Cepat Dalmas Regu 3 Jayawijaya Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Tangani Konflik Suku di Wamena
KMP3R Papua Tolak PAW Anggota DPRK Waropen, Nikson Yenusi
Gereja GKI Solafide Bokondini Diresmikan, Bupati Tolikara Bantu Dana 200 Juta
Pemprov Papua Bergerak Cepat, Bahas Penurunan Kelas Tiga Rumah Sakit

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:51 WIT

Presiden Prabowo Beri Mandat ke Komite Eksekutif Papua untuk Sinkronisasi Pembangunan Papua Terpadu

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:35 WIT

Sambut Natal 2025, Ketua DPRK Mamberamo Tengah Ajak Warga Tebarkan Damai dan Kasih

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:22 WIT

DPRK Puncak Jaya Minta Pemda Perketat Pengawasan Harga Pangan Menjelang Nataru

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:57 WIT

Plt Bupati Nduga Yoas Beon Hadiri Arahan Presiden Prabowo di Istana Negara

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:26 WIT

Natal Gabungan Pemda Puncak Jaya, Wabup Mus Kogoya Tegaskan Makna Damai Natal

Berita Terbaru