Wamena, 28 November 2025 — Sebanyak 155 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Abdi Wacana Wamena resmi mengikuti prosesi yudisium hari ini. Mereka berasal dari tiga program studi: Bahasa dan Sastra Indonesia (83 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (33 orang), dan Pendidikan Matematika (29 orang).
Ketua STKIP Abdi Wacana Wamena, Lepianus Gombo, menyampaikan bahwa jumlah peserta yudisium tahun ini mendekati target tahunan kampus, yakni sekitar 160 calon guru.
“Yudisium ini menjadi langkah awal menuju wisuda angkatan ke-16 yang direncanakan berlangsung pada awal Desember,” ujarnya.
Pihak kampus akan segera melaporkan hasil yudisium kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat di Biak. Penetapan waktu wisuda akan menunggu persetujuan dari LLDIKTI.
“Kami akan ajukan jadwal pada awal Desember agar LLDIKTI dapat menetapkan waktu yang tepat,” tambah Lepianus.
Dari total peserta yudisium, dua di antaranya merupakan mahasiswa tugas belajar yang dikirim oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya. Sisanya adalah mahasiswa reguler, mayoritas berasal dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan, termasuk Mamberamo Tengah, Tolikara, dan Lanny Jaya.
Lepianus Gombo menekankan pentingnya peran para lulusan sebagai tenaga pendidik di daerah masing-masing. “Walaupun belum diangkat sebagai ASN, mereka diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan guru di sekolah-sekolah Papua Pegunungan,” katanya.
STKIP Abdi Wacana Wamena setiap tahun menerima sekitar 300 mahasiswa baru. Saat ini, kampus memiliki 54 dosen tetap, ditambah asisten dosen dan dosen tidak tetap yang mengajar di tiga program studi. Untuk meningkatkan kualitas pengajaran, kampus rutin mengadakan pelatihan seperti Pekerti dan AA.
Meski saat ini masih berstatus akreditasi C, STKIP Abdi Wacana Wamena terus berupaya meningkatkan mutu institusi.
“Kami sedang melakukan perubahan manajemen dan memenuhi kriteria dari LLDIKTI serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi agar bisa naik ke akreditasi B bahkan A,” jelas Lepianus Gombo.
Ketua Panitia Yudisium, Parama, menyatakan bahwa seluruh tahapan akademik telah dilalui dengan baik, mulai dari ujian proposal, skripsi, hingga yudisium. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pendidik profesional di dunia kerja.
“Kami juga berharap pemerintah membuka lebih banyak lowongan kerja bagi para guru lulusan STKIP, agar mereka bisa segera mengisi kekurangan tenaga pengajar di Papua Pegunungan,” tutup Parama.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi






















